Candi Sukuh ( Candi Saru, Misteri Piramida Terpotong, dan Arca Tanpa Kepala)

 

Candi adalah bangunan keagamaan (tempat ibadah) peninggalan purbakala. Meskipun peninggalan purbakala, namun candi memiliki struktur bangunan yang kokoh dengan detail-detail yang rumit dan menarik. Salah satunya yakni Candi Sukuh yang berada di desa Berjo Kecamatan Ngargoyoso Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah.

Dibandingkan dengan candi-candi yang lain di Jawa Tengah, Candi Sukuh bisa dibilang “paling berbeda“. Justru karena perbedaan itulah candi ini menjadi menarik dan unik. Candi Sukuh acap kali di bilang Candi Saru, karena adanya lingga dan yoni yang notabene melambangkan seksualitas. Candi Sukuh juga memiliki struktur bangunan yang unik, yakni seperti piramida yang terpotong bagian puncaknya. Tak salah jika hal tersebut memunculkan beragam teori.  Bentuk bangunan tsb lebih mirip dengan peninggalan suku Maya di Meksiko, atau budaya Inca di Peru.

Keerotisan candi ini bisa kita lihat begitu kita memasuki areal candi. Selepas pintu masuk, kita akan menjumpai bangunan berupa gapura yang tinggi dengan tangga di bagian tengahnya. Saat ini, gapura tersebut diberi pagar sehingga pengunjung tidak bisa melintasinya. Lantas kenapa harus dipagar?

Setelah kita mendekat, barulah kita akan tahu. Ternyata di lantai gapura tersebut terdapat sebuah ornamen erotis yang menggambarkan kelamin pria dan wanita bertemu. Berikutnya kita akan melewati gapura yang sudah tidak utuh lagi.  Di bagian kanan candi terdapat deretan batu yang memiliki relief-relief menarik.

Atau beberapa arca tanpa kepala di bagian kiri candi, juga begitu menyita perhatian kita. Kebanyakan arca tersebut berbentuk manusia yang memiliki sayap seperti burung.

Nah, tibakah kita pada candi utama yang berbentuk seperti piramida terpotong tadi. Di bagian kiri dan kanan pintu masuk terdapat semacam panggung kecil yang terbuat dari batu. Sedang di depan pintu masuk terdapat arca kura-kura raksasa.

Yang menarik dari panggung tsb adalah yang di sebelah kanan candi. Di sana terdapat sebuah relief berbentuk ladam kuda dengan 2 orang di dalamnya. Konon itu menggambarkan sebuah rahim perempuan yang bisa melahirkan 2 sifat manusia (sifat baik dan buruk).

Bangunan induk candi yang mirip piramida terpotong bagian puncaknya ini memiliki pintu masuk di bagian tengahnya. Tiba di puncak, terdapat sebuah altar batu andesit berbentuk bujur sangkar. Dari sini kita bisa melihat ke segala arah di areal candi sukuh.

Sebelum pulang, masih ada sebuah batu penuh dengan relief indah di sebelah kiri candi.

Itulah candi Sukuh dengan segala keunikannya. Tentu saja anda juga bisa turut merasakan dan menikmati keunikannya jika anda berkunjung ke sana.

Categories: Wisata | 1 Komentar

Navigasi pos

One thought on “Candi Sukuh ( Candi Saru, Misteri Piramida Terpotong, dan Arca Tanpa Kepala)

  1. Tepat di atas candi utama di bagian tengah terdapat sebuah bujur sangkar yang kelihatannya merupakan tempat menaruh sesaji. Di sini terdapat bekas-bekas kemenyan, dupa dan hio yang dibakar, sehingga terlihat masing sering dipergunakan untuk bersembahyang. Kemudian pada bagian kiri candi induk terdapat serangkaian relief-relief yang merupakan mitologi utama Candi Sukuh dan telah diidentifikasi sebagai relief cerita Kidung Sudamala.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: