Makam Bung Karno

Blitar kota cilik sing kawentar” itulah sebait lagu Jawa tentang Blitar sebuah kota kecil yang terkenal di Jawa Timur. Adapun Blitar dikenal salah satunya karena di kota inilah terdapat sebuah makam pahlawan nasional sekaligus Bapak Proklamator dan Presiden Indonesia pertama Ir. Soekarno. Tepatnya di Kelurahan Bendogerit Kecamatan Sanan Wetan Kabupaten Blitar.

Bangunan Utama Cungkup Bung Karno

Sebelum memasuki bangunan utama (yang disebut Cungkup Makam Bung Karno), sepasang gapura kembar yang menyerupai candi-candi di Jawa Timur akan anda jumpai di sini. Gapura kokoh tersebut menghadap ke Selatan, dengan beberapa anak tangga di bagian depannya yang sekaligus menuju ke museum mini Soekarno.

Jika sudah sampai ke gapura ini, ada 2 pilihan. Langsung masuk dan berziarah ke makam Bung Karno atau ke museum mini Bung Karno terlebih dahulu. Jika anda memilih ke museum terlebih dahulu, maka anda akan melewati beberapa anak tangga dan pilar-pilar besar yang indah dengan kolam kecil di bagian tengahnya sebelum sampai ke museum. Sedangkan di bagian dinding sebelah timur terdapat relief perjuangan Bung Karno.

Bagitu tiba di museum, anda akan disambut patung Bapak Proklamator (Ir. Soekarno) dengan posisi duduk sambil membaca sebuah buku. Patung ini tepat berada di depan museum.

Museum mini ini banyak menyimpan kenangan tentang sosok Bung Karno, dari beliau kecil, masa perjuangan, hingga beliau wafat. Benda-benda seperti Jas, dan koper yang selalu menemani beliaupun ada. Bahkan replika teks proklamasi (baik tulisan tangan maupnun yang sudah diketik), dan bendera yang dijahit Ibu Fatmawatipun ada.

Bukan itu saja, museum ini juga menyimpan banyak sekali foto-foto mantan Presiden RI pertama tatkala menjabat sebagai presiden, koleksi filateli, dan beberapa buku tentang beliau. Di dalam museum juga terdapat patung burung garuda seperti lambang negara RI.

Puas belajar sejarah di museum, kita bisa langsung ke bangunan utama (Cungkup makam Bung karno). Setelah melewati gapura, di samping kiri akan kita dapati sebuah masjid kecil yang indah dan bersih. Masjid ini diberi nama Soekeni Sosrodihardjo yang merupakan nama ayah kandung Ir. Soekarno.

Sejenak kita bisa melakukan sholat atau hanya sekedar mengambil air wudhu sebelum berziarah. Berikutnya kita akan tiba di Cungkup Makam Bung Karno (Astono Mulyo) yang merupakan bangunan utama, yang berbentuk joglo (rumah tradisional Jawa). Dulunya bangunan ini ditutup rapat menggunakan kaca. Namun saat ini sudah tidak lagi. Jadi para peziarah bisa langsung duduk di dekat pusara Bung Karno sembari mendo’akan beliau atau sekedar tabur bunga. Makam Bung Karno sendiri di dampingi makam ayah dan ibu beliau ( Soekeni Sosrodihardjo dan Ida Aju Nyoman Rai). Di bagian atas pusara terdapat batu pualam hitam yang bertuliskan : “Di sini dimakamkan Bung Karno proklamator kemerdekaan dan Presiden Pertama Republik Indonesia penyambung lidah rakyat Indonesia

Keluar dari areal pemakaman, anda akan melewati pasar “obat nyamuk”. Saya sebut demikian karena kita harus berjalan melingkar (seperti obat nyamuk bakar) melewati ratusan pedagang souvenir dan oleh-oleh khas Blitar. Anda bisa mendapatkan barang-barang dengan harga murah jika anda pandai menawar.

 

Categories: Wisata | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: